STOP SABOTASE STRUKTURAL! SEKRETARIS PAGAR NUSA PESISIR BARAT KECAM GERAKAN MAKAR ATAS NAMAKAN GURU - Media Berita HARIANKARANG.COM

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 18 Agustus 2026

STOP SABOTASE STRUKTURAL! SEKRETARIS PAGAR NUSA PESISIR BARAT KECAM GERAKAN MAKAR ATAS NAMAKAN GURU


Pesisir Barat
— Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Pesisir Barat mengeluarkan peringatan keras terhadap indikasi tindakan "Sabotase Struktural" yang berpotensi memecah belah keutuhan organisasi. Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Sekretaris PC PSNU Pagar Nusa Kabupaten Pesisir Barat, **Sukron Hadi, S.Pd.**


Sukron Hadi mengecam keras aksi oknum guru yang mengambil alih komando struktural dan membuat gerakan atau kegiatan sendiri tanpa melalui mekanisme koordinasi resmi dengan pengurus struktural yang sah, baik di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Cabang (PC), maupun Pimpinan Wilayah (PW). Ia tanpa ragu mengategorikan tindakan tersebut sebagai bentuk **perbuatan makar keorganisasian** yang berupaya merusak tatanan serta memecah belah Pagar Nusa.


Di sisi lain, Sukron menegaskan bahwa organisasi tanpa dukungan kultural memang akan kehilangan ruh pergerakannya. Namun, ia memberikan batasan yang sangat jelas terkait ranah dan fungsi kultural tersebut.


> *"Guru di ranah kultural memiliki lokus serta ruangnya tersendiri, yaitu sebagai pengawal keilmuan dan ajaran organisasi agar Pagar Nusa tidak melenceng dari cita-cita perjuangannya demi Negara dan Nahdlatul Ulama. Bukan justru bertindak sebagai komando tandingan yang menabrak aturan organisasi,"* tegas Sukron Hadi, S.Pd.


Ia menambahkan, jika guru melihat adanya persoalan di lapangan, mekanismenya adalah mengingatkan pengurus resmi melalui jalan *tabayyun* (klarifikasi) dan dialog terhormat. Bukan malah menjatuhkan marwah pengurus struktural di hadapan publik serta merusak tatanan dengan mengadu domba atau membenturkan akar rumput dengan pengurus cabang.


Peringatan keras ini dikeluarkan menyusul ditemukannya kasus nyata di lapangan, di mana pengurus di tingkatan Rayon nekat hendak menggelar kegiatan tanpa koordinasi dengan Pimpinan Cabang, seraya berlindung di balik dalih “menjalankan perintah guru ” Pagar Nusa di Pesisir Barat.


Sukron menekankan bahwa perjuangan di Pagar Nusa wajib berlandaskan prinsip *‘Ala Basyiroh*—yakni bergerak di atas kesadaran spiritual, pandangan batin yang jernih, serta pemahaman ilmu yang terang melalui *manhaj fikri* (kerangka berpikir) dan *harokah* (gerakan) yang jelas. Kader harus bergerak atas kesadaran murni kenapa memilih ber-Pagar Nusa, bukan karena sekadar ikut-ikutan figur secara buta (*taklid*) yang bisa menyesatkan jika sang figur berbuat salah, dan bukan pula mengejar imbalan materi (*‘ala bisyaroh’*).


Mengakhiri instruksinya, Sukron Hadi menginstruksikan seluruh jajaran pengurus dan anggota di semua tingkatan untuk kembali taat pada Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) serta Peraturan Organisasi (PO) Pagar Nusa. Konstitusi organisasi adalah hukum tertinggi dalam bergerak, dan tak boleh dikalahkan oleh kemauan subjektif individu mana pun yang menyalahgunakan otoritas kefigurannya.(*) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages